INFO MENARIK LAINNYA:

I love u just the way u are

"Bila kita mampu membangun komitmen, mengenal pasangan kita lebihjauh, memahami dirinya sebagai pribadi yang unik dan kita cintai,memiliki hasrat untuk bersamanya, maka kita akan mendapatkan cintaseutuhnya.
Tidak mudah memang. Namun, belajar untuk menerima, salingmembangun satu sama lain, dan menyadari bahwa cinta saya adalah pada pribadi ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah cintayang sebenarnya.""I Love You Just The Way You Are"
Saya sangat terharu ketika datang menghadiri perayaan hari ulang tahunpernikahan ke-60 seorang kenalan. Betapa bahagianya pasanganyang merayakan. Mereka duduk berdampingan sambil bergandengan tangan.Senyum menghiasi wajah keduanya. Seorang rekan yang hadirbertanya "Apakah kita bisa seperti mereka, punya cinta yang tak tergeruswaktu?"
Seiring dengan perkembangan zaman, pernikahan sebagai suatu ikatan sakral antar manusia mulai dipertanyakan. Perselingkuhan menjadi halyang biasa dilakukan. Perceraian pun lazim kita dengar dan kita tanggapisecara biasa pula. Kesetiaan menjadi kata yang sulit dilaksanakan. Sampaidi manakah batas kesetiaan manusia? Akankah cinta yang tadinya ada menjaditiada? Apakah benar kita dapat mencintai seseorang untuk selama-lamanya?Di saat susah, di kala senang, sampai ajal memisahkan? Bagaimanamewujudkan cinta seperti itu?
Saat saya berkumpul dengan beberapa orang teman, kami berbincang-bincangmengenai makna kesetiaan dan hakikat pernikahan. Maklum, beberapa diantara kita akan melangkah ke jenjang pernikahan. Pernikahan menjadi topikseru yang diperbincangkan mulai dari persiapan, pesta, hingga calonpasangan. Soal pasangan masing-masing adalah hal paling menarik dibahas.Sampai di mana kita merasa cocok dengan pasangan kita? Seorang temanmengisahkan pengalaman rekan di kantornya yang membatalkan pernikahanmeskipun waktu tinggal sebulan lagi. Kami semua terkaget-kaget karenapersiapan sudah sedemikian mantap. Gedung tempat pesta sudah dibayar, foto prewedding sudah kelar,undangan hampir disebar. Apa yang terjadi? Ternyata sang pria merasa tidaksiap untuk menikah dan merasa tidak cocok dengan sang wanita. Padahal pasangan itu berpacaran lebih dari lima tahun.
Menyatukan dua orang dengan latar belakang yang berbeda, bahkan sangatberbeda, bukanlah hal yang mudah. Budaya, pola asuh, pendidikan, danlingkungan keluarga serta pergaulan sangat mempengaruhi perilaku seseorangdan kecocokannya dengan orang lain. Terkadang yang kita anggap cocok saatini, belum tentu cocok nanti. Seiring dengan perjalanan waktu, kita tidakhanya melihat persamaan, namun juga melihat perbedaan. Kemudian sampai dimana kita mampumengelola perbedaan tersebut menjadi sesuatu yang indah, di mana yang satudapat melengkapi yang lain? Bila kedua belah pihak tidak dapat menerimaperbedaan yang ada, atau malah hanya berdiam diri dan menyimpan dalam hatitanpa membicarakannya, akan muncul masalah dalam hubungan tanpa merekasendiri.
Seringkali orang mencari pasangan berdasarkan penampilan fisik atau materisemata. Padahal standar fisik (cantik, langsing, ganteng, kekar) ataumateri bersifat subjektif. Memang kadang hal tersebut dapat membuat kitabahagia namun di mana esensi cinta?
Robert Sternberg, seorang psikolog mengemukakan konsepsi mengenai cinta.Ia mengilustrasikan cinta dalam bentuk segitiga.
Cinta yang penuh atau lengkap adalah cinta yang disebut consummate love,yakni kombinasi dari adanya keintiman (intimacy), hasrat (passion), dankomitmen (commitment) .
Cinta tanpa komitmen tidak menunjukkan adanya kesetiaan dan saling mengasihi yang mendalam.

Cinta tersebut hanya karena nafsu, membara namun pada akhirnya berpaling ketika ada objek cinta yanglain. Komitmen menandakan adanya penerimaan antara yang satu dengan yanglain dan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang suci di antara mereka.Di lain pihak, cinta tanpa hasrat merupakan cinta yang hampa. Komitmensaja, misalnya karena terpaksa menikah karena pilihan orang tua ataukarena berhutang budi tanpa memiliki hasrat, menyebabkan ikatan karenakeharusan, bukan karena kerelaan. Baik, bila pada akhirnya cinta dapat tercipta. Bila tidak, hubungan terasa hampa.
Cinta yang timbul karena komitmen dan hasrat semata, tanpa mau mengenalpasangan lebih dalam dan berusaha memahami serta membangun keintiman yanglebih dalam adalah cinta yang kekanak-kanakan. Seperti cinta monyet.Esensi cinta juga sulit ditemukan dalam cinta semacam ini. Masalah dapattimbul dan cinta dapat hilang begitu saja.Bila kita mampu membangun komitmen, mengenal pasangan kita lebih jauh,memahami dirinya sebagai pribadi yang unik dan kita cintai, memilikihasrat untuk bersamanya, maka kita akan mendapatkan cinta seutuhnya.

Tidak mudah memang. Namun, belajar untuk menerima, saling membangun satu samalain, dan menyadari bahwa cinta saya adalah pada pribadi ini dengan segalasesuatu yang ada di dalamnya adalah cinta yang sebenarnya.Pada dasarnya, mewujudkan hal tersebut tidak semudah ketika sayamenuliskannya. Seperti telah diungkapkan di atas, menyatukan segalaperbedaan bukan hal yang mudah. Berusaha untuk menerima dengan lapangdada, tidaklah mudah.

Tetapi pasangan seperti apakah yang kita cari?
Sampai kapan kita akan menemukan pasangan yang sempurna?

Jawabannya tidak akan pernah ada kecuali kita sendiri yang menciptakan kesempurnaan itu.

Cinta yang timbul dari hati, dari kejujuran dan ketulusan, love actuallyalias I love you just the way you are. Hal tersebut pada akhirnya akanmembantu kedua belah pihak menyelesaikan masalah yang ada. Toh kita tidakakan tetap muda dan terus mencari dan mencari. Suatu hari kita akanmerasakan kerinduan untuk berbagi dengan orang yang penting dalam hidupkita, ingin menggenapkan tugas perkembangan kita yaitu membangun keluarga.Pada saatnya nanti, pernikahan bukanlah permainan, bukan hanya sekadarpesta, namun merupakan janji suci dua insan. Apakah akan berakhir dengankesedihan karena sikap egois dan seenaknya sendiri atau berakhir bahagiahingga akhir waktu kita sendiri yang dapat menentukan.
Sumber: "I Love You Just The Way You Are" oleh Clara Moningka, dosen Fakultas Psikologi Ukrida

0 comments: